si dono, kenangan masa kecilku

selamat malam lagi blogku dan para pembaca. jumpa lagi dengan saya si manis hahayy..

malam ini terasa sangat rindu pada kawan lamaku saat di bangku taman kanak-kanak. dia juga tetangga sebelah rumahku. saat keluargaku masih nge kost di pettarani 7 karena rumahku belum selesai dibangun.
namanya Dono, orangnya sangat lucu, botak, giginya juga agak keluar dikit, yaa mirip dono warkop lah. tapi gak tau sekarang modelnya kaya' apa.
sejak awal masuk TK kami sering bersama-sama berangkat ke TK naik becaknya suaminya andui, (lupa namanya) sedangkan andui sendiri adalah ibu-ibu yang paling anak-anak takuti di sekitaran pettarani 7, karena badannya yang gede mirip pemain gulat. mungkin dia sudah jadi nenek-nenek sekarang ato sudah meninggal.
kembali ke Dono, dia berbeda agama dengan saya, namun kalau aku sholat dia juga ikut sholat, aku ngaji dia juga ikut ngaji. tapi kalau dia ke gereja aku tidak pernah ikut hehe...
namun yang paling aku ingat tentang si Dono itu, dia adalah anak buah saya hehe.
dia selalu nurutin apa yang saya perintahkan. maklum badannya sedikit lebih kecil dari saya dan umurku juga beda setahun. tempat bermain kesukaan kami itu di kamar saya. kami sering maen SMACK DOWN di ranjangku, dan saya selalu jadi pemenang. kadang dia nangis lalu pulang ngelapor ke mamanya. trus aku dimarahin lagi deh.
ada saat dia merayakan Natal saya pasti mendapatkan hadiah juga dari keluarganya. dia orang sangat baik.
dan ketika saya mau makan daging yang saya tidak tau kalau itu adalah daging babi yang haram bagi agamaku. mamanya juga melarangku. mamanya bilang gini dengan nada lembut " gandi jangan makan itu, nanti gandi masuk neraka loh. " mamanya juga sangat baik dan sedikit cantik. masih muda juga hehe :p tapi kok dono jelek yah. pasti dari neneknya ato gara-gara hobinya nonton Warkop DKI haha entahlah.
tapi saya sangat kangen dengan dia, entah dimana dia sekarang aku juga tak tau itu. pernah sekali saya ke bekas kostan ayahku itu. kemudian saya menanyakan kabarnya si Dono, namun katanya dia sudah pindah. dan tidak tau kemana. semoga dengan postingan kali ini dono bisa liat postinganku ini. aku kangen sekali padamu kawan.
eh sudah dulu para pembaca saya mau tidur dulu.

masalahnya ada di NAMA

Salam, selamat malam para penikmat bacaan online terbesar didunia.
cuma pengen cerita tentang majalah digital yang aku mau buat bareng dua orang temanku dari jurusan DeKaVe
sudah seminggu ini kami merencanakannya tapi kami bertiga masih bingung masalah namanya. belum dapat satu kata yang bisa mencakup tentang Seni, Desain, Sastra, dan budaya, menggabungkan ke empat kata yang penuh makna dan arti menjadi satu kata adalah hal yang sangat sulit. yah cukuplah buat kepala berputar-putar.
terus aku coba nanya ke Bang Joe Sidharta (seniman yang cukup hebat menurutku ) dan akhirnya dia dapat satu nama yang cukup kren menurutku, yaitu 'STAGE'. Awalnya sih saya cuma tau kata stage itu artinya panggung atau ruang. tapi setelah saya pikirkan baik-baik dan lebih ke alam bawah sadar saya (hehe lebay) ternyata kata stage sudah bisa mencakup  ke-empat kata tersebut, semua saling berkaitan. karena dalam panggung atau ruang itu sudah bisa menampilkan semua tentang seni,budaya,desain dan sastra. dan itulah fungsi dari majalah yang akan kami buat ini. tapi saya harus membicarakan nama itu bersama kedua orang temanku itu. oh iaa saya lupa memperkenalkan temanku itu, yang pertama namanya Luki dan yang kedua namanya Rian.
permasalahan nama SELESAI titik.

selanjutnya Masalah LOGO hehe...
jadi intinya masalahnya disini adalah "Masalah ada di dan lain lainnya hehe "(banyak masalah rupanya) :p
Terima Kasih telah Menyimak curhatanku.

Coming Soon...

sejak aku masih semester 3 saya sangat ingin membuat majalah digital untuk kampusku. namun saya terkendala dalam ilmunya, dan sampai sekarang saya juga masih belum tau cara membuatnya.
dan akhirnya setelah browsing-browsing semalaman saya mendapat tutorial yang saya anggap bagus untuk dipraktekkan. kemudian saya mencari template untuk model halaman majalah yang akan saya buat.
dan akhirnya dapat juga. sebenarnya ada sih teman dari salah satu universitas lain yang sudah mampu membuat majalah digital, namun ilmunya dia tidak bagikan. saat itu saya hampir pasrah, memang tidak mudah untuk membuat majalah digital tanpa basic untuk mengotak-atik template flash.

kemudian hari ini saya mulai membicarakan ide saya ini kepada teman-teman dari jurusan DKV yang saya rasa mampu membantu mensukseskan ide yang sudah lama terkubur dalam angan-anganku.
dan merekapun setuju.

kepada teman-teman yang selalu menemani saya di warung kopi, saya ucapkan banyak terima kasih. karna tanpa kalian saya tidak akan bisa memulai ide ini. tunggu saja majalah digital FSD yang rencananya akan merilis edisi pertamanya bulan depan.